REJANG LEBONG, liputan7NEWS.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Dataran terus berjalan. Namun, hingga saat ini masih terdapat sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Sindang Dataran yang belum menerima layanan program tersebut, padahal dapur pelayanan berada di kecamatan yang sama.
Pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 13.39 WIB, saat ditemui di Kantor Desa IV Suku Menanti, Kepala SPPG Sindang Dataran, Abdul Rahman Habibullah, menjelaskan bahwa pendistribusian makanan bergizi dilaksanakan setiap hari kerja, Senin hingga Jumat. Pengantaran dimulai pukul 07.30 WIB dan pengambilan kembali wadah dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB.
Abdul Rahman juga mengakui bahwa kondisi dapur MBG saat ini belum sepenuhnya memenuhi standar. Salah satu hal yang masih perlu dibenahi adalah area belakang dapur yang belum dilengkapi pagar pengaman.

Sementara itu, awak media liputan7NEWS.com menyoroti ketimpangan dalam pemerataan distribusi. Seharusnya, keberadaan dapur MBG di Kecamatan Sindang Dataran dapat memberikan manfaat terlebih dahulu bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
Salah satu contoh yang disorot adalah SDN 84 Rejang Lebong, yang hanya berjarak sekitar 15 menit dari dapur MBG dengan akses jalan yang sudah beraspal. Namun, sekolah tersebut belum mendapatkan layanan MBG. Belum lagi SDN 146 Rejang Lebong dan SMPN 44 Rejang Lebong, yang berjarak sekitar 20 menit dari dapur, juga masih menanti distribusi program ini.
Yang menjadi sorotan adalah, di saat sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Sindang Dataran belum semuanya terlayani, SPPG Sindang Dataran justru sudah mendistribusikan makanan bergizi ke sembilan sekolah di Kecamatan Sindang Kelingi, kecamatan tetangga.
“Hal ini sangat disayangkan. Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Sindang Dataran dan relatif dekat dengan dapur MBG masih ada yang belum mendapatkan program tersebut, sementara sekolah di kecamatan tetangga sudah mendapatkan distribusi,” liputan7NEWS.com.
Pihak media berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi dan pendataan ulang terhadap penerima manfaat, agar distribusi MBG dapat berjalan lebih merata. Tujuan program ini adalah untuk membantu pemenuhan gizi siswa, sehingga diharapkan manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan tidak ada sekolah yang tertinggal. (Marlin)








